Sabtu, 14 April 2012

Air Terjun Madakaripura



Sebuah titik perjalanan saya selanjutnya yakni Air Terjun Madakaripura. Sebuah tujuan liburan yang wajib Anda singgahi saat berkunjung ke gunung Bromo. Sangat disayangkan apabila Anda lewatkan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namun, perjalanan menuju Si cantik yang satu ini dan berlokasi di Kecamatan Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur sungguh penuh perjuangan. Jalanan desa yang sempit dan kecil dan jauh dari keramaian sehingga membutuhkan kesabaran. Tapi semua akan terbayarkan. 



Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air terjun ini. Konon, disinilah tempat semedi terakhir Patih Gajah Mada. Beliau bersemedi untuk memperoleh kesentosaan sehingga menjadi sakti mandraguna. Setelah membuktikan Sumpah Palapa dan berhasil mempersatukan seluruh nusantara, di tempat ini pula ia menghabiskan sisa usianya, mempersiapkan diri untuk Muksha menuju ke Nirwana. dan ternyata kata Mada Kari Pura berarti “tempat tinggal terakhir” Gajah Mada. 


Apabila Anda merindukan kebesaran jasa Gajah Mada dan ingin menghayati kehebatannya, Anda bisa datang kesana untuk menunggu munculnya bianglala. Menurut cerita, sukmanya akan turun meniti tangga berwarna, bersiram air suci 'Tirta Sewana'. Banyak orang percaya bahwa “Tirta Sewana” berkhasiat memberikan kesembuhan dan membuat awet muda.

Cerita ini juga didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut. Ketika Anda tiba di pelataran Air Terjun Madakaripura, arca Patih Gajah Mada menyambut kedatangan setiap pengunjung. Tentu saja, keberadaan patung gajah Mada inilah yang memperkuat sejarah air terjun tersebut. Namun untuk bisa menyaksikan langsung keistimewaan air terjun ini, Anda diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp.3.000. Murah bukan?. 

Tidak mudah untuk sampai di lokasi Air Terjun Madakaripura. Anda harus melalui perjalanan yang sangat menantang. Track jalan kaki sudah ada disiapkan dari pintu masuk menuju Air Terjun, namun karena kondisi sebagian yang sudah rusak karena limpahan batu dari atas track menjadikan sebagian harus melintasi  sungai dengan ciri khas batu-batu besarnya. Sehingga harus berjalan dengan naik turun. seperti track off road. Track yang gersang dan bebatuan besar menghiasi sepanjang perjalanan menjadi penghalang utama dan Anda diharuskan menyisiri aliran sungai yang tidak terlalu deras dan berair yang jernih. Perlu kewaspadaan agar tidak jatuh saat melintasi aliran air yang berbatu. Hal ini mungkin disebabkan karena menuju air terjun ini kerap terjadi longsor atau banjir, maka Anda yang berada seperti di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Perasaan antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was menyatu menjadi satu. 

Namun, semua perjuangan yang cukup melelahkan akan terbayarkan sesaat terlihat penampakan pelangi kecil akibat bias cahaya dan air yang menyembur menyapa mata setiap tamu yang melihatnya. Sekitar 5 meter sebelum masuk ke air terjun, Anda akan tertampar derasnya air yang jatuh dari ketinggian 200 meter. Tamparan air inilah yang memaksa Anda untuk rela berbasah-basahan serta melewati bebatuan yang besar. Anda harus sedikit bersabar karena air terjun utamanya masih terhalang oleh bukit. Tapi, keberadaan air terjun yang dilindungi oleh bukit dan tebing inilah yang membuat wisatawan penasaran dan ingin segera mengintip keindahannya. 


Air Terjun Madakaripura adalah suatu tempat kunjungan wisata sakral berupa deretan Air Terjun yang sentralnya mencapai ketinggian sekitar 200 meter dari dasar jeram. Air yang jatuh itu menyapa setiap tamunya untuk menikmati derasnya limpahan air dari atas, berhamburan menari-nari serta mengelitik untuk ikut basah, meluncur turun saling mendahului, kemudian jatuh ke dasar jeram menimbulkan irama yang gemuruh.

Berada di ruang alam air Terjun Madakaripura, seolah-olah Anda akan terbuai seperti berada di dasar sebuah tabung raksasa. Air terjun dengan tinggi sekitar 200 meter ini dikelilingi tebing-tebing hijau yang tinggi. Guyuran air yang meresap di antara dinding tebing serta beberapa aliran air yang meluncur deras menjadikan panorama ini sangat menakjubkan. Hempasan air yang jatuh ke kolam menimbulkan bunyi-bunyian berirama, mulai dari pelan sampai kencang karena aliran air yang jatuh lebih banyak.


Air Terjun Madakaripura

Sungguh, berada di dalam keindahan alam Madakaripura yang menawan membuat hati saya tidak rela meninggalkannya. Batu-batuan sungai yang besar seakan menghalangi diri ini untuk pergi meninggalkan keindahannya. Keindahan dan kesejukan Air Terjun Madakaripura selalu berhasil menghipnotis wisatawan, termasuk juga mancanegara. Sebuah titik persinggahan yang masih sepi dikunjungi oleh wisatawan dan saya beruntung bisa menyaksikan keistimewaan air terjun ini. MADAKARIPURA. 


Keindahan alam Indonesia memang menjadi sesuatu yang menarik untuk seluruh wisatawan dari berbagai belahan dunia. Namun beberapa orang di Probolinggo yang saya tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hanya pernah mendengar. Sebuah hal yang lumrah di Indonesia. hehe..

Tidak banyak waktu saya habiskan di bawah Air Terjun Madakaripura ini, karena sudah menjelang siang dan kecenderungan akan hujan. Namun, bagi Anda yang sudah terlanjur basah setelah dari air terjun , tidak perlu khawatir. Ada kamar mandi umur untuk berganti pakaian yang cukup bersih bahkan bisa untuk mandi sekaligus. 




With Leisure


MKS
Probolinggo, 30 Maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar