Minggu, 15 April 2012

Private Island....Poyalisa

Anda ingin merasakan seperti berada di sebuah private islands? Sepi, jauh dari hingar bingar keramaian, tanpa kendaraan bermotor serta tanpa televisi?.  Ya, Anda bisa menemukan kesunyian seperti itu di sebuah pulau bernama Poyalisa. Salah satu pulau cantik di kepulauan Togean yang dimiliki oleh orang lokal. Pemiliknya bernama Bpk. Ismail. Saya kurang beruntung, ketika mengunjungi pulau ini, sang pemilik pulau akan pergi ke daratan. Hanya terlambat beberapa menit saja. Namun, ada sebuah cerita yang menarik dari asal usul nama dan kepemilikan pulau ini.


Poyalisa Island. Pulau dan cottage yang berada di pulau ini milik Pak Ismail seorang mantri di Bomba. Awalnya, beliau berkeliling ke sebuah pulau yang kosong tak berpenguni. Sebuah pulau yang tidak terlalu jauh dari Bomba. Beliau melihat sebuah kelapa yang ada di pulau itu. Beliau ingin meminum buah itu. Akhirnya beliau membeli pohon kelapa tersebut kurang lebih 1 juta rupiah. Dan betapa beruntungnya beliau karena mendapatkan bonus sebuah pulau. Jika dilihat nilainya ketika beliau membeli pohon kelapa dan pulau tersebut terlihat mahal, namun sekarang nilainya lebih dari itu. WOW. 

Ketika kerusuhan Poso melanda, cottage ini sempat tidak terurus, tetapi ada bule yang snorkling kesana dan sangat menyukai sama cottage itu, sehingga Pak Ismail memperbaiki lagi. Awal cottage ini hanya bernama “Poya” tetapi karena pernah ada bule cewek dari Jerman yang sangat suka pulau ini, sehingga beliau menambahkan nama cottage ini dengan “Lisa”. Sesuai dengan nama bule tersebut. Alhasil sekarang dikenal di seluruh dunia dengan Poyalisa island. Terlebih lagi dengan cerita awal kepemilikan pulau Poyalisa ini. Mayoritas penginapan di kepulauan Togean mengenakan tarif per orang, bukan per kamar. Tidak terkecuali dengan Poyalisa. Tarif di Poyalisa adalah Rp.125.000 per orang untuk cottage dengan kamar mandi yang sharing dan Rp.150.000 untuk cottage yang terdapat private kamar mandi. Kamarnya berupa pondok-pondok kayu berpanggung dan didalam satu kamar terdapat 2 tempat tidur. Layanan tambahannya adalah setiap orang akan mendapatkan layanan 3 kali makan dan bebas mengambil teh, kopi dan air putih sepuasnya. Saat ini jumlah kamar di pulau Poyalisa hanya ada 8. Namun, ada proses pembangunan kamar lagi karena permintaan yang tinggi terutama peak season

Kelebihan cottage di pulau Poyalisa adalah keramahan pemilik dan para pegawai penginapan karena setiap tamu akan dianggap sebagai keluarga. Hampir semua pegawai merupakan penduduk desa Bomba. Dari segi kebersihan, pelayanan sama panorama pulau Poyalisa termasuk bagus. Hanya perlu pembenahan dan promosi aja. Terutama lewat media cetak maupun elektronik. Dikarenakan di pulau Poyalisa tidak terjangkau koneksi internet, penyebaran informasi pulau Poyalisa hanya sebatas mulut ke mulut dan juga blog/blog dari wisatawan yang sudah pernah ke pulau Poyalisa. Termasuk saya. hehehe. 

Pulau Poyalisa tidak terlalu jauh jaraknya dari desa Bomba di pulau Batudaka. Waktu tempuhnya dari Bomba hanya 5-10 menit. Pulaunya cuman berseberangan. Sehingga tidak jauh bukan?. 

Perjalanan saya ala backpacker dan berlabuh di pulau Poyalisa, saya mendapatkan pemandangan yang superfantastis. Pulau berkarang atol dengan hamparan pantai yang putih bersih, laut, terumbu karang, semuanya menakjubkan. Anda dapat berenang dan snorkling seharian sepuasnya   Bagi Anda yang hobby memancing, dipersilahkan. Ikan di dekat pulau Poyalisa juga lumayan banyak. Memancing di sini tidak memakai alat pancing, cukup tali pancing dan kail saja. Seru bukan?. Selain itu juga lebih Go-Green. 

Apabila Anda mempunyai waktu lebih, tidak ada salahnya jika mengunjungi kampung Bomba.   Anda dapat menyewa kapan dari pagi sampai sore dengan membayar Rp.150.000 untuk menyeberang ke Bomba atau hoping island di sekitar pulau Poyalisa. Kalau Anda berada di Bomba, disana terdapat goa kelelawar, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk didatangi. Kondisi tangga kayunya sudah rapuh. Kalau Anda punya nyali, boleh dijajal kok. 

Selama saya berada di pulau Poyalisa, saya seperti berada di luar negeri tetapi ada di negeri sendiri. Wisatawan lokalnya hanya saya sendiri. Pulau Poyalisa ini lebih terkenal oleh orang asing dibanding orang Indonesia sendiri. Ironis. Semoga saja, orang Indonesia tidak hanya mengenal dan bangga dengan pulau Bali saja. Masih banyak Bali-bali lainnya di luar situ yang juga tidak kalah indah dibandingkan pulau Bali. Semua ada keistimewaan dan hal itulah yang menjadi perbedaannya terutama di Indonesia timur.

Selamat berjalan-jalan. Selamat memulai sebuah perjalanan. 






With Leisure






MKS
Pulau Poyalisa 4 April 2012



1 komentar: