Sabtu, 14 April 2012

Jembatan IV Palu

Tidak pernah terpikirkan oleh saya untuk bisa menginjakan kaki dan jalan-jalan di sebuah propinsi yang 'tidak' terlalu terkenal oleh banyak orang dengan objek wisatanya. Sulawesi Tengah. Tapi saya ingin mencoba menggali sisi lain dari propinsi ini yang dulu pernah menjadi berita keributan agama dan memakan banyak korban. Untuk keterkenalannya di wilayah pulau Sulawesi, propinsi Sulawesi Tengah begitu tenggelam dengan kedigdayaan tempat wisata lainnya seperti Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) ataupun Tana Toraja (Sulawesi Selatan). Namun, ada mutiara lain yang tersembunyi di propinsi ini dan saya ingin mencari tahu mutiara itu. Anda sudah pernah menapakkan kaki di propinsi Sulawesi Tengah? Belum? . Oke, saya akan berbagi kepada Anda.  



TELUK Palu. Jembatan IV PaluBagi masyarakat yang bermukim di Palu, keberadaan Jembatan Palu IV mungkin dinilai biasa saja, mengingat dilintasi dan dilihat setiap hari. Tetapi, bagi saya yang baru sekali ini menginjakkan kaki di kota Palu, jembatan Palu IV adalah sebuah posisi yang menggambarkan Palu dalam matra tiga dimensi. Kota pegunungan, kota laut, dan juga kota lebah. Dalam bahasa ilmiahnya Magnific Geomorfological Coastal-Mountains atau gunung-gununng yang langsung mencuram ke laut. Dan hal inilah yang menjadikan kota Palu menjadi indah. Tidak mengherankan bila kota ini dikenal dengan julukan Kota Tiga Dimensi karena ada Teluk Palu yang indah, dikelilingi pegunungan, dan dilengkapi sungai panjang yang membelah kota. Sungai ini adalah muara dari Danau Lindu di Taman Nasional Lore Lindu.

Sebuah objek wisata primadona di Kota Palu yang berada di Palu Timur atau sekitar dua kilometer dari pusat Kota Palu. Untuk mencapai lokasi tersebut tidaklah terlalu sulit. Awalnya keberadaan Teluk Palu tidak sepopuler saat ini. Semua berubah setelah pembangunan Jembatan Palu 4. Sebuah jembatan yang dibangun tepat di hadapan Teluk Palu pada Mei 2006 yang menghubungkan kecamatan Palu Timur dan Palu Barat, dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ini merupakan sebuah kebanggaan warga kota Palu mengingat jembatan itu merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia, Dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Prancis. Great. 

Sangat jarang kota-kota lain di Indonesia seindah ini posisi ibukota provinsinya. Keberadaan Jembatan IV Palu  menambah indahnya pemandangan Teluk Palu pada malam hari. Apalagi Anda sedang berada di atas jembatan dan melihat ke langit ketika ada pesawat melintasi Teluk Palu, suasananya begitu mempesona. Seiring tetap tegaknya Jembatan IV Palu, pembangunan di kawasan sekitar teluk semakin menggeliat. Hal itu ditandai dengan berdirinya hotel-hotel, tempat hiburan, dan restoran yang tiap malam tak henti-hentinya dipadati pengunjung. Karena semakin ramai, banyak tangan-tangan jahil yang ingin merusak keindahan Jembatan IV Palu ini. Memang sangat disayangkan, sebab fasilitas umum yang dimiliki tidak dijaga dan tidak dirawat. Bahkan tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab, justru cenderung melakukan pengrusakan. Terutama untuk lampu. Oleh karena itu, untuk menjaga keamanan aset kota sebagai objek wisata, pihak Polisi Pamong Praja diberi tugas secara bergantian, di samping polisi negara. Bagi mereka yang tertangkap tangan melakukan pengrusakan akan diproses secara hukum. Mereka, yang mestinya menjaga keindahan dan aset kotanya, justru sangat disayangkan harus menjadi pelaku tindak pidana pengrusakan. Sungguh sangat menyedihkan masih adanya oknum-oknum seperti itu.

Kini Jembatan IV Palu kembali dibenahi. Semua lampu jembatan yang rusak diperbaiki dan diganti. Dan menurut informasi yang saya terima, perbaikan ini menelan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah. Apalah arti ratusan juta rupiah karena tidak sebanding dengan keindahan pemandangan di malam hari di atas muara sungai Palu. Semakin cantik terlihat dengan bersinarnya lampu Jembatan Palu IV. Perbaikan lampu jembatan, sebenarnya tidak perlu terjadi bila oknum-oknum masyarakat kota Palu sadar pentingnya menjaga dan memelihara aset kota. Tidak salah jika, Jembatan IV Palu kini telah menjadi icon keindahan kota Palu.

Selain itu, keberadaan nelayan tradisional Dan pedagang ikan turut meramaikan suasana malam, pagi, dan siang harinya. Ini pun kemudian menjadi salah satu pilihan objek wisata di kawasan Teluk Palu. Selain bisa menikmati kehidupan nelayan, Anda bersama keluarga bisa berenang di pantai Talise. Pantai itu berada di ujung Teluk Palu. Pantai itu membentang dari kota Palu hingga kabupaten Donggala. 

Bagi saya, berada di atas Jembatan IV Palu ini membuat saya mengkhayal tingkat tinggi seperti berada di Jepang ataupun Prancis. Setidaknya, sebelum menapaki kaki di kedua negara tersebut, saya sudah merasakan seperti berada di sana. Walau hanya sebatas di atas Jembatan IV Palu.




With Leisure, 


MKS
Palu 01 April 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar