Kamis, 07 Juni 2012

KOTA TUA [Djakarta]


Jakarta - Kehidupan di Jakarta apabila kita tidak bisa mengaturnya dengan baik ibarat sebuah mesin waktu yang tidak pernah tertidur. Semua berjalan begitu cepat dan waktu seperti berjalan meninggalkan kita. Dinamisnya kehidupan di Jakarta membuat saya ingin rasanya menghentikan remote waktu walaupun hanya sejenak. Bagaimana tidak, kota ini sepertinya tidak pernah mati dan tertidur walaupun cuma sesaat. Warga kota Jakarta dipaksa untuk melek agar mengagumi dahsyatnya kehidupan di Jakarta yang tidak pernah merasa letih sekalipun. Kehidupan di Jakarta sudah dimulai dan lagi-lagi [katanya] ketika ayam jago belum berkokok namun warga Jakarta sudah sibuk untuk mengawali kehidupannya. Rumah-Kantor-Rumah. Inilah siklus harian dan biasa bagi warga ibukota Jakarta. Hidup bagaikan sebuah robot tanpa pernah menikmati indahnya sebuah kehidupan. 


Inilah Jakarta. Welcome to Jakarta (welkom op batavia). Jakarta ibu Kota Indonesia. 



Beberapa teman 'bule' saya menanyakan saya 'Apa yang bisa dilihat di Jakarta?'. Mereka menanyakan sebab mengetahui bahwa saya tinggal di Jakarta walaupun hanya sebatas untuk bekerja. Saya pun berpikir dan bingung dibuatnya. 'Apa yah...?'. 


Walaupun saya  sudah hampir 5 tahun di Jakarta namun saya tidak mengetahui dengan pasti kota ini. Saya sama seperti manusia lain yang tinggal di Jakarta, hidup seperti robot dengan siklus yang selalu sama. Rumah-Kantor-Rumah. Alhasil saya tidak memberikan jawaban yang memuaskan bagi teman-teman 'bule' saya. Dengan alasan macet disana-sini serta tidak teraturnya kondisi lalu lintas di Jakarta, inilah yang menjadi ujung tombak saya untuk berargumen. 'Sungguh, saya tidak cinta Jakarta.karena nya saya tidak tahu apa-apa..'. 


Saya sendiri bukan penduduk asli Jakarta. Warga yang numpang hidup di Jakarta, dan terlalu bosan dengan masalah di Jakarta yang tidak pernah terpecahkan: macet dan banjir. Ketersediaan semuanya di Jakarta, sehingga hal inilah yang menjadi penyebab Jakarta disesaki oleh banyak pendatang termasuk saya. Pe-numpang dan pendatang. Namun, akhirnya saya tersadar. Saya tidak cinta Jakarta karena kesemrautan dan kemacetannya namun saya tidak boleh tidak cinta dengan tempat-tempat hiburan di Jakarta. Saya belum mencari sisi indahnya sebuah kota Jakarta. Saya sama seperti ribuan manusia lainnya yang hanya sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri tanpa mencari tahu lebih dalam tentang Jakarta. 


Berbekal modal kamera dan janjian dengan teman-teman yang memiliki hobby yang sama, Photography, saya ingin mengeksplore Jakarta. Salah satu yang menjadi primadona [katanya] sebagai tempat hiburan di Jakarta adalah Kota Tua. Berikut informasi lain dari Kota Tua Jakarta.  


Saya bukan termasuk pecinta Mall ataupun tempat belanja. Walaupun di Jakarta terpampang puluhan mall, namun saya sangat menghindarinya. Bagi saya, sesuatu yang alami walaupun terkesan biasa namun hal itulah yang saya suka. Ruang terbuka hijau, taman, ataupun bangunan lama menjadi stimulus saya untuk mencintainya dengan segala keterbatasannya. 




Kota Tua yang klasik

Ada sebuah kawasan di Jakarta yang terkenal dengan landmark-nya. Apalagi kalau bukan Kota Tua. Silahkan datang ke sini jika ingin merasakan ‘aura’ Belanda masa lalu. Dikenal dengan julukan Kota Tua bukan karena sebuah alasan yang mengada-ada melainkan karena bangunan di sini memang tua, beberapa bangunan tua peninggalan Belanda masih dipertahankan.

Tempat ini, khususnya Taman Fatahillah, bahkan sudah menjadi ikon wisata ‘murah meriah’ versi rakyat, atau sekedar tempat duduk-duduk dan berkumpul warga/komunitas. Tempat ini sekarang sering dijadikan sebagai pusat kegiatan, mulai dari pertunjukan dan pembuatan film. Bahkan tidak jarang, nuansanya mirip dengan pasar Sekaten di Jogja. Semua barang dijual di sini. Tidak salah, jika Anda pecinta fotografi, kawasan Kota Tua menjadi magnet tersendiri karena 'alami'nya nuansa sebuah kota di Jakarta. Sayang untuk dilewatkan. 

Bagi Anda yang ingin bersepeda walau hanya sekedar berkeliling kawasan Kota Tua, tidak ada salahnya jika memanfaatkan penyewaan sepeda yang sudah dicat warna-warni sehingga terlihat lebih indah. Atau jika Anda lebih suka dengan sesuatu yang vintage, bisa juga memilih sepeda onthel. 

Sulitnya mendapatkan tempat publik seperti ini di Jakarta, sehingga kawasan Kota Tua menjadi jawaban untuk pelepas dahaga dan kepenatan bagi warga ibukota yang haus akan tempat liburan yang murah, tidak jauh serta akses yang mudah. Bahkan tidak jarang, setiap akhir pekan kawasan Kota Tua sangat ramai dikunjungi oleh sebagian warga Jakarta. Semoga kawasan ini akan tetap menjadi kawasan terbuka untuk publik.



































































Selamat Jalan-Jalan dan selamat melakukan Perjalanan. 






With Leisure


MKS
Kota Tua, 17 mei 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar