Selasa, 07 Agustus 2012

Are You a ... ?


Sebuah kebutuhan tidak dapat diukur secara kuantitatif dalam diri setiap manusia  sehingga menjadikan adanya banyak persepsi dari masing-masing orang dan sering kali tidak pernah ada yang sama, bahkan kembar sekalipun. Mungkin ketika salah seorang mengatakan bahwa kebutuhannya sudah terpuaskan dengan apa yang dialaminya, namun mungkin bisa saja berbeda 180 derajat oleh yang lainnya. Apakah ini salah ?. Saya rasa tidak. Penilaian mengenai pemenuhan kebutuhan ini bersifat subjektif sehingga setiap orang pasti memiliki pandangan, penilaian maupun kritik mengenai hal ini. Hal ini lumrah. Hal ini wajar. Inilah sebuah perbedaan. Inilah sebuah keindahan. Bahkan menurut saya, perbedaan itu merupakan suatu hal yang indah. Karena kalau semuanya sama maka akan terasa monoton. Membosankan dan tanpa sebuah tantangan atau pun perjuangan. 

Demikian juga dengan hal yang dikenal dengan 'Liburan'. Setiap orang punya definisinya masing-masing mengenai arti dan makna dari liburan. Ada yang menganggap, liburan itu harus ke luar negeri, dalam jangka waktu yang lama, menginap di hotel karena apabila hanya di dalam negeri sebutannya bisa berbeda [baca :piknik]. Selain itu ada juga yang berargumen jika liburan itu harus nyaman, merasakan pelayanan lux, tinggal di hotel mewah dan semua sudah terjadwal dengan teratur. Namun ada juga yang menganggap bahwa liburan itu seperti diibaratkan dengan melarikan diri. Lari dari rutinitas pekerjaan. Lari dari kota domisili bahkan hingga lari dari kenyataan. hehehe..Lari karena cinta. Oooupss. 




Bagi sebagian orang, jadwal 'liburan' sudah menjadi kalendar wajib untuk berwisata setiap tahunnya dan seolah-olah sudah menjadi sebuah kebutuhan layaknya kebutuhan primer. Tidak bisa dipungkiri jika alasan utama dari pandangan ini untuk berwisata adalah sebagai Yin-Yang dalam hidup. Manusia harus bisa menyeimbangkan kebutuhan lahir dan batinnya bukan hanya sekedar bekerja, bekerja dan bekerja saja. Work life balanced. 

Apapun arti dan makna dari sebuah kata bernama "liburan" itu oleh masing-masing individu, hingga saya bisa menjelaskannya dengan sebuah penyataan yang sederhana bahwa liburan adalah hal-hal atau kegiatan yang berhubungan erat dengan piknik, pariwisata, kepuasan batin, dll. Namun semua kan terjadi karena ada individu-individu yang terlibat dalam kegiatan itu. Agak terdengar rancu jika saya menyebutnya dengan kata "Pelibur", namun lebih lazim terdengarnya dengan kata "wisatawan". Orang-orang yang menikmati liburan untuk melihat keindahan, keunikan dan keistimewaan tempat liburannya. 

Liburan menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan jika individu-individu yang menjalankannya dapat merasakan kepuasan yang lebih dari sekedar menghambur-hamburkan uang. Memang benar, untuk pemenuhan kebutuhan ‘liburan’ mau tidak mau setiap orang dituntut untuk mengeluarkan biaya yang sering kali tidak sedikit. Oleh karenanya, menjadikan sebuah pertimbangan yang berat. Sangat malahan. Namun, bagi saya, menikmati sebuah liburan tidak selalu dan harus mengeluarkan biaya yang mahal. Anda dapat mengaturnya dengan baik terutama perencanaan atau itinerary-nya. 

Menikmati sebuah liburan tidak ubahnya membentuk karakter individu-individu yang berkutat dengannya. Sering dikenalnya dengan 2 istilah yang saling kontradiktif dan sudah dikenal oleh para penikmat liburan. Koper dan Ransel. Traveller/backpacker dan Tourist. Hotel dan Hostel. Bagi Anda, di sisi yang mana jiwa Anda berada kah ?. Silahkan cek dan lihat diri Anda masing-masing ya. 

Ada orang-orang yang tidak ingin direpotkan dengan tetek bengek untuk berlibur. Istilahnya mau beres. Dimulai dari tiket, penginapan, transportasi dan akomodasi dan tetap menikmati pelayanan selama liburan yang baik. Semuanya ingin paket komplit. Dan inilah seorang Tourist sejati. Namun, bagi saya ada juga karakter Tourist lainnya namun masih mau mencari informasi paling tidak untuk mencari ticketnya sendiri terutama yang promo (kalau ada) tapi tetap dengan perencanaan yang sudah tercatat dan terjadwal dalam itenerary. Semuanya harus dipastikan sebelum berangkat. Hotel atau penginapan, transportasi serta jadwal itenerary selama berada di sana. Keuntungannya adalah tidak perlu banyak ekstra tenaga yang dikeluarkan selama persiapan namun tetap menikmati liburan. 

Sedangkan seorang yang termasuk dalam kategori ala ransel, backpack, hostel bagi saya adalah orang-orang yang tidak terlalu meributkan mengenai akan menginap dimana, penginapan yang bagaimana serta tidak terpaku dengan jadwal yang sudah disusun secara baik dan terstruktur. Orang-orang yang seperti ini sungguh menikmati sebuah perjalanan. Tidak mengeluh apabila tidak sesuai dengan perencanaan. Namun, walaupun tidak terlalu memiliki jadwal yang struktur namun setidaknya masih memiliki gambaran kasar mengenai bagaimana dan cara untuk bisa survive selama liburan. Dan intinya tetap menikmati sebuah liburan itu sendiri. 

Apapun itu namanya, mau ransel atau koper. Traveller/Backpacker atau Tourist. Memanfaatkan waktu luang Anda untuk berlibur dari rutinitas sehari-hari agar Anda dapat me-recharge tubuh Anda sehingga energi baru kembali terkumpulkan dan dapat memberi semangat baru dalam menjalankan aktifitas Anda selanjutnya. Inilah sebuah inti dan manfaat dari sebuah hal bernama 'Liburan'. 

Jadi, Are you a Traveller or a Tourist ?. 



Selamat jalan-jalan dan selamat melakukan perjalanan. 


With Leisure, 

MKS
Jakarta 07 Agustus 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar